Razia Atribut Sekolah

Senin, 04 Maret 2013 SMP N 1 Wonosari melaksanakan upacara bendera yang disusul dengan diadakan razia atribut sekolah dengan dibantu oleh OSIS, PKS, dan MPK. Razia ini menertibkan atribut sekolah yang dipakai para siswa seperti kaos kaki yang tidak menutup mata kaki dan tidak berwarna putih, tidak memakai identitas sekolah, dasi, dan ikat pinggang yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan. Dari seluruh peserta upacara, hanya ada beberapa siswa yang tidak memakai jas almamater sekolah dan topi yang seharusnya dipakai. 

Berlubang, Jalan Siyono-Playen Membahayakan

Berlubang, Jalan Siyono-Playen Membahayakan
GUNUNGKIDUL—Ruas Jalan Siyono-Playen (Wonosari-Playen) banyak yang rusak dan bergelombang sehingga membahayakan pengendara dari kedua arah.
Dari pantauan Harian Jogja, Sabtu (16/2/2013) terlihat jalan berlubang dan bergelombang di beberapa titik, kerusakan terparah tepat di dusun Jatisari, Desa Playen. Kerusakan tersebut memakan hampir satu lajur.
Sumadi, 60, warga setempat mengatakan, jalan berlubang itu terjadi sejak tiga bulan lalu namun hingga saat ini belum diperbaiki pemerintah. Warga sudah sering kali menutup lubang dengan batu-batu kerikil namun tak bertahan lama. “Sudah sering ditutupi batu-batu tapi paling cuma kuat dua hari,” katanya.
Akibat jalan berlubang tersebut, lanjut Sumadi, banyak pengendara roda dua yang celaka karena terperosok. “Seminggu ini saja sudah dua motor yang jatuh. Terakhir dua hari kemarin itu pelajar, saat menghindar lubang ada kendaraan dari arah berlawanan,” ungkapnya.
Mujiharjo, warga lainnya menambahkan, tidak hanya berlubang, tidak kurang dari satu kilometer Jalan Siyono-Playen dari Desa Logandeng-Desa Playen juga bergelombang. Meski belum diketahui apakah bergelombang itu diakibatkan karena tanahnya yang labil atau karena sering dilalui kendaraan berat, namun dia berharap ada perbaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul Eddy Praptomo saat dikonfirmasi mengatakan, Jalan Siyono-Playen merupakan jalan provinsi. Namun demikian, pihaknya juga akan mengecek lokasi dan melaporkannya ke pemerintah Provinsi, “Karena jalan itu kewenangan provinsi,” katanya Eddy.

Sumber : Harian Jogja

Minim Informasi, Goa Pari Kalah Pamor

Minim Informasi, Goa Pari Kalah Pamor
WONOSARI-Minimnya informasi mengenai Goa Pari, membuat keberadaan objek wisata ini kalah pamor.
Goa yang  terletak di dusun Duetrejo, Kelurahan Karangtengah, Wonosari dan memiliki ruangan besar tersebut jarang dikunjungi wisatawan.
Ketua karang taruna Duetrejo, Sumarjo Budi Santoso mengatakan keberadaan goa di desa tersebut sudah cukup lama. Namun, keberadaannya sulit diakses, karena jalan masuk ke dalam goa tertutup tanah.
Kini, lanjut dia, warga di sekitar telah membangun jalan masuk, memberikan penerangan dan melakukan penataan ruang bagian dalam goa.
”Warga masih sering bekerjasama membersihkan bagian dalam gua karena masih ada reruntuhan yang menutup lorong,” katanya, kepada Harianjogja.com pekan lalu.
Salah satu pengunjung Nur Ahya mengatakan terkesan dengan semangat warga untuk menjadikan goa tersebut sebagai obyek wisata alternatif di Gunungkidul. Meskipun begitu, menurutnya masih diperlukan banyak perbaikan agar menarik minat pengunjung.
”Asal pemerintah dan masyarakat tekun saya rasa pasti bisa berkembang,” ungkapnya.
Untuk menuju Goa Pari, wisatawan tinggal menuju ke arah utara sekitar 5 kilometer dari pusat kota Wonosari. Belum ada petunjuk resmi menuju goa ini, sehingga wisatawan harus rajin-rajin bertanya arah pada penduduk setempat agar bisa menggapai obyek wisata alternatif ini.

Semrawut, Wisata Goa Pindul Menuai Kritikan

Semrawut, Wisata Goa Pindul Menuai Kritikan
KARANGMOJO-Objek wisata penyelusuran goa pindul di Desa Beji, Kecamatan Karangmojo mulai panen kritik dari sejumlah pengunjung. Mereka mengkritik pengelolaan dan pelayanan wisatawan yang terkesan semrawut.
Salah satu pengunjung, Aan Sudarto menilai tidak ada keterpaduan antara pengelola dengan pelayanan terhadap pengunjung. Perebutan jalur masuk mulut gua yang sempit masih terjadi antar pemandu berbeda nama dalam membawa rombongan.
“Nggak asik, karena saya malah berpisah dengan rombongan saking antreannya panjang dan kalah dengan pemandu lain. Jadi malah nggak bisa menikmati bersama keluarga,” ujar Aan, akhir pekan lalu.
Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Arif Setiadi memandang perlu dilakukan pembenahan menyeluruh dari sistem pengelola wisata Pindul agar tidak mengundang kekecewaan tiap pengunjung. Arif mengingatkan pelayanan harus tidak semata-mata mendatangkan omzet saja, melainkan harus berorientasi pada pelayanan pariwisata yang memuaskan.
“Ya keselamatan dan sapta pesona harus saling mendukung. Dinas terkait perlu segera melakukan langkah-langkah pendampingan untuk seluruh pengelola yang ada agar memiliki standar pelayanan yang baik,” kata Arif.

Sumber : Harian Jogja

Kios Milik Polisi Dibobol Maling

Kios Milik Polisi Dibobol Maling
WONOSARI-Sebuah kios penyewaan Playstation (PS) di Jl Taman Bakti, Budegan 1, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul diobok-obok kawanan pencuri, Selasa (12/2/2013) dini hari.
Hingga kini belum bisa diketahui kerugian atas kejadian tersebut. Polisi masih terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kios milik anggota Polres Gunungkidul Briptu Fendi.
Yunani Fani Sukamti, 35, warga sekitar lokasi kejadian mengatakan, pelaku diduga lebih dari 2 orang masuk kios PS ‘Fian Station’ sekitar pukul 03.00 WIB.
“Ada dua orang diluar dan dua motor, di dalam juga ada orang yang ngambilin barang-barang,” katanya di lokasi kejadian.
Nani memperkirakan pelaku yang mengenakan jaket hitam, helm hitam dan sepatu itu adalah pemilik kios.
“Saya kira yang punya, jadi tidak curiga” imbuhnya.

Asik Selingkuh, Istri Polisib Digrebek Suaminya

Asik Selingkuh, Istri Polisib Digrebek Suaminya
WONOSARI-Nasib apes dialami seorang anggota Bhayangkari, Nuraini Setyaningsih, 35, warga Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Istri salah satu anggota kepolisian ini harus digelandang ke Mapolres Gunungkidul untuk diperiksa, Selasa (12/2/2012) siang.
Nuraini digelandang bersama dengan selingkuhannya, Rochmad, 38, warga Ponjong Gunungkidul oleh suaminya setelah tertangkap basah berduaan di salah satu penginapan di Baleharjo, Wonosari.
informasi yang didapatkan menyebutkan, penggerebekan bermula saat Aipda ST mengaku curiga dengan kepergian Nuraini tanpa pamit sejak pagi. Karena telah mengetahui hubungan istrinya dengan Rochmad, anggota polisi yang bertugas di jajaran Polresta Jogja itu pun mencarinya sampai di Wonosari.
ST sempat mendatangi tempat kerja Rochmad di Jl Wonosari-Baron, namun tidak ada. Setelah mendapat informasi bahwa Istrinya berada di salah satu penginapan di Desa Baleharjo, ST langsung menghubungi anggota Reserse Kriminal Polres Gunungkidul dan mendatangi penginapan tersebut.
“Ada satu orang yang nanya kepada receptionist [penjaga hotel], saya dan teman saya langsung dobrak pintu kamar hotel,” katanya.
ST pun kaget melihat istrinya sedang membuka baju bersama laki-laki yang selama dikenalnya sebagai rekan bisnis. Tidak menunggu lama, keduanya langsung digelandang ke Mapolres Gunungkidul.
Saat istrinya diinterogasi polisi, di dalam ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), ST terlihat sedih.
“Seperti ini tha kesetiaanmu sama aku dik,” sesal ST dihadapan istrinya.

Sumber : Harian Jogja

Cristiano Ronaldo Paling Nikmati Periode Di Manchester United

Cristiano Ronaldo Paling Nikmati Periode Di Manchester United
Masa memperkuat The Red Devils adalah yang paling dinikmati Ronaldo sebagai pesepakbola profesional.
Oleh : Dede Sugita
Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengakui periode selama memperkuat Manchester United adalah yang paling dinikmati sepanjang kariernya sebagai pesepakbola profesional.
Seperti diketahui, untuk pertama kalinya setelah meninggalkan Old Trafford pada 2009, CR7 akan berhadapan dengan Manchester United sebagai lawan pada leg I babak 16 besar di Santiago Bernabeu, Rabu (13/2) malam waktu setempat.
Menjelang bigmatch tersebut, kapten tim nasional Portugal tersebut mengenang kembali masa ketika ia masih berbaju Setan Merah.
“Saya memenangi segalanya di Manchester United. Itu bagian fantastis dari kehidupan saya,” tutur Cristiano Ronaldo kepada The Sun.
“Dan mungkin itulah waktu saya paling menikmati sepakbola karena ketika itu saya masih amat muda.”
“Bisa berada di Manchester United,, salah satu klub terbesar di dunia, di usia 18 tahun adalah sebuah impian.”
“Dapat bermain dengan para pemain yang sebelumnya hanya Anda lihat di televisi, mungkin itulah kenapa saya merasa paling menikmati saat di sana.”
“Saya tak mengatakan saya tak menikmati keadaan di sini di Madrid, saya menikmatinya. Tapi saya sekarang lebih tua, lebih dewasa. Saya bukan lagi seorang pemimpi,” pungkasnya.